Pemilih Lansia Diberi Sosialisasi

Juli 13, 2010 at 4:14 am Tinggalkan komentar

Kab. Padang Pariaman | Minggu, 27/06/2010 17:04 WIB

Ardiansyah Lubis – Padang Ekspres

klik untuk melihat foto

KPU Sumbar dan KPU Padangpariaman memberikan sosialisasi kepada pemilih lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Sabai Nan Aluih Kecamatan 2 x 11 Enam Lingkung, Kabupaten Padangpariaman, baru-baru ini.

Sosialisasi yang diberikan oleh Kordiv Sosialisasi KPU Sumbar, Husni Kamil Manik, Ketua KPU Padangpariaman, Suhatri Bur, dan  Sosialisasi KPU Padangpariaman, Yul Rahmat ST tersebu bertujuan agar para pemilih lansia yang dalam serba kekurangannya dapat melaksanakan pencoblosan pada 30 Juni mendatang dengan baik dan benar. Sehingganya kemungkinan hilangnya suara yang diakibatkan ketidak mengertian dari pemilih kalangan lansia ini dapat diminimalisir pada Pemilukada serentak tahun ini.

Pada kesempatan itu, Husni Kamil Manik lebih banyak memaparkan tata cara penggantian cara pemungutan suara dari sebelumnya dilakukan dengan cara mencontreng hingga menjadi mencoblos.

Selain itu, Husni, juga menegaskan, agar para pemilih tidak membawa alat lain untuk mencoblos, karena semua peralatan pencoblosan telah disediakan didalam bilik suara.

Kemudian, lagi Husni juga menekankan agar pemilih tidak menerima kertas surat suara yang rusak, dan mengimbau agar pemilih terlebih dahulu harus mengecek kertas surat suara sebelum mencoblosnya. “Bila masih terdapat surat suara rusak, maka pemilih dapat melaporkannya kepada petugas KPPS untuk ditukar dengan yang baru,” katanya.

Ketua KPU Padangpariaman, menambahkan, bahwa dalam pendampingan bagi pemilih lansia tersebut, dapat didampingi oleh anggota keluarga yang dipercaya atau didampingi langsung oleh anggota KPPS.

Selama ini diakui Suhatri, hilangnya suara pemilih dari lansia sebagian besar disebabkan pemilih ragu dan bingung ketika sudah berada di dalam bilik suara. “Ini yang juga menjadi perhatian kita dalam sosialisasi kali ini. Permasalahan pendamping ini, nanti pemilih dapat meminta surat pendamping pemilih kepada KPPS,” katanya.

Selain masalah diatas, masalah money politik juga kerap terjadi dan sengaja dimanfaatkan salah satu pasangan calon kepada para pemilih lansia. Menyikapi kondisi tersebut, Yul Rahmat menegaskan, agar pemilih tidak menerima uang dengan iming-iming harus memilih salah satu pasangan.

“Yang namanya politik uang tidak diperbolehkan. Yang memberi dan yang menerima sama-sama dikenai sangksi. Jadi bapak dan ibuk disini, jangan sampai menerima uang dari salah satu pasangan untuk memilihnya. Gunakan hak pilih sesuai pilihan sendiri,” harapnya.

Yul Rahmat, menambahkan, tahap sosialisasi hingga hari H, terus digencarkan pihaknya ditengah masyarakat. Salah satunya dengan cara door to door. Baik dari rumah kerumah, surau ke surau, lapau ke lapau.[]

Entry filed under: Berita Pilkada. Tags: .

PKS Jawab Tuduhan Curang di Pilkada Sumbar KPU Sosialisasikan Pemilukada di Daerah Terpencil

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


 

Juli 2010
S S R K J S M
« Jun   Sep »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Kategori

Tulisan Terkini

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Tulisan Teratas

  • Tidak ada

Statistik Pengunjung

  • 1,899 hits

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.