PKS Sumbar Bantah WNA Sumbang Dana Kampanye
Juli 15, 2010 at 1:49 am Tinggalkan komentar
VIVAnews – Dituding curang saat kampanye pemilihan gubernur Sumatera Barat di Lapangan Imam Bonjol Padang, juru bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku siap hadapi gugatan.
Ketua DPW PKS Sumbar Trinda Farhan Satria yang dihubungi VIVAnews mengaku, pihaknya berkampanye sesuai aturan. “Kalau dituding melibatkan warga Negara asing (WNA) saat kampanye itu tidak benar sama sekali,” kata Trinda.
Saksi dari pasangan Golkar, Marlis Rahman-Aristo Munandar menolak menandatangani hasil rekap penghitungan suara Pilkada Sumbar tingkat provinsi karena menilai pasangan koalisi PKS bermain curang.
Bahkan, saksi Golkar dan pasangan nomor urut 1, Ediwarwan-Husni Hadi menolak menandatangani hasil rekapitulasi penghitungan suara tadi sore.
“Saksi dari pasangan nomor urut 2 (Marlis-Aristo) membubuhkan catatan tentang hadirnya WNA dan Plt Walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah (kader PKS) di kampanye Irwan-MK,” kata anggota KPU Sumbar bidang sosialisasi Husni Kamil Manik.
Trinda Farhan Satria tidak membantah terkait kehadiran WNA dan Mahyeldi Ansyarullah di kampanye terbuka Irwan-MK beberapa waktu lalu. Hanya saja, menurutnya, kehadiran dua orang itu tidak terlibat dalam kampanye Irwan-MK.
“Mereka itu bukan juru kampanye dan kehadiran Mahyeldi telah dikoordinasikan dengan Panwas Pilkada,” ujar Trinda. Sebelumnya, Mahyeldi juga telah didaftarkan sebagai jurkam pasangan Irwan-MK. Namun batal sebagai jurkam karena pertimbangan kekosongan pemerintahan.
Terkait WNA yang hadir saat kampanye terbuka Irwan-MK di Lapangan Imam Bonjol, menurut Trinda, merupakan teman baik Irwan Prayitno saat berada di Malaysia. Ia mengakui, warga Negara Malaysia itu merupakan konsultan bisnis yang kebetulan hadir di Padang saat Irwan-MK berkampanye di Padang.
“Beliau (WNA) merupakan konsultan bisnis asal Malaysia yang memiliki jaringan kuat dengan perusahaan bisnis besar di negeri itu,” ujar Trinda. Dia pun menolak tegas warga Malaysia itu menyumbang dana kampanye Irwan-MK.
Menurut dia, dana kampanye yang menelan biaya sekitar Rp6 hingga Rp7 miliar itu didapatkan dari hasil sumbangan kader PKS. Hasil rekapitulasi hitungan suara KPU Sumbar, Irwan-MK berhasil meraih suara terbanyak dengan persentase 32,44 persen dari 2.111.835 suara sah. (umi)
Laporan: Eri Naldi l Padang
Entry filed under: Berita Pilkada. Tags: .


Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed